Curhat  Luhut Pandjaitan Buka 45.000 Lapangan Kerja, Gajinya Paling Rendah Rp5 Juta, ''Saya Dikritik Ya Nggak Apa-apa, Sedihnya Mereka Tak Paham...''

Jumat, 10 Juli 2020 | 19:21:05 WIB
Menko Marvest Luhut Binsar Pandjaitan

SAMARINDA  (RIAUSKY.COM)-  Gelaran Diseminasi Perekonomian Kalimantan Timur (Kaltim) secara virtual di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Kpw-BI) Kaltim pada Jumat (10/07/2020), dihadiri langsung Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan.

Tribunkaltim.co berkesempatan memberikan pertanyaan soal Tenaga Kerja Asing, khususnya di Kalimantan Timur sebelum pelaksanaan web seminar (Webinar).

Dan, dipenyampaiannya, Luhut Binsar Panjaitan sedikit menjawab pertanyaan tersebut.

Pertanyaan itu sendiri, mengarah pada kritikan kepada Luhut Binsar Panjaitan yang menginzinkan Tenaga Kerja Asing khususnya Tiongkok masuk ke Indonesia.

Apalagi, pada masa pendemi covid-19 atau virus Corona. Namun, kritikan tersebut ditanggapi santai oleh jendral purnawirawan TNI ini.

“Saya dikritik soal Tenaga Kerja Asing itu, ya gak apa-apa,” ujarnya saat menjawab soal kritikan tentang kebijakan memasukan Tenaga Kerja Asing dipenyampaian pemaparan di Dseminasi Perekonomian Kaltim.

“Tapi, nggak apa-apa. Namun saya sedihnya mereka (yang mengkritik) tidak paham," lanjutnya menyambung paparannya.

Disela penyampaiannya, Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan, banyak pihak belum paham alasan pemerintah mendatangkan sejumlah Tenaga Kerja Asing Tiongkok, untuk melaksanakan pekerjaan proyek dan industri besar di Indonesia.

“Contoh Morowali, Pemdanya kooperatif. Lapangan kerja sudah 45 ribu, gajinya paling rendah Rp 5 sampai dengan Rp 6 juta. Orang hanya bicara Tenaga Kerja Asing-Tenaga Kerja Asing,” ujarnya sembari menjelaskan ini merupakan kegiatan transfer teknologi yang sebenarnya menguntungkan untuk Indonesia.

“Kemarin kita datangkan Tenaga Kerja Asing 200 orang, tapi yang kita minta apa 5.000 orang (tenaga kerja lokal) untuk kerja di sana," sambungnya.

Posisi Indonesia saat ini, dituturkan Luhut Binsar Panjaitan, sedang berusaha untuk menuju era industri dan hiliriasi.

Sumber-sumber kekayaan alam yang tadinya hanya menjadi komoditas mentah, dibeberkan olehnya, secara perlahan diarahkan untuk diolah menjadi produk dalam negri.

“Banyak orang sebut seperti kita kasih China kerja di sini. Enggak, justru kita sebenarnya memanfaatkan untuk kepentingan nasional kita. Sedangkan, saat ini hasil hilirisasi menjadi produk dengan nilai tambah,” tuturnya. (R06)

 

Sumber Berita: tribunkaltim.co
 

Terkini